Diferensiasi Sunnah dan Hadis dalam Pandangan Ignaz Goldziher

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Aramdhan Kodrat Permana

Abstract

adis dan sunnah dipahami memiliki esensi yang sama. Namun fakta leksikal, terminologi dan historisnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang diferensiasi tersebut dari perspektif Ignaz Goldziher dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada library research dan perspektif hermeneutik. Alhasil, Goldziher memahami bahwa hadis adalah ‘komunikasi’ yang tidak terikat pada aspek keagamaan apa pun, tapi melihatnya sebagai refleksi umat Islam terhadap perkembangan keagaamannya, walaupun ia tidak menolak keberadaan matan dan sanad. Sedangkan sunnah didefinisikan sebagai sebuah pengulangan dari pandangan Arab kuno terhadap tradisi nenek moyang mereka yang kemudian diadopsi oleh Islam. Jadi perbedaan antara keduanya yaitu hadis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk ‘komunikasi’ atau ‘pembicaraan’ yang disandarkan pada Rasulullah SAW, sedangkan sunnah hanya sebagai sebuah sikap aktual Nabi Muhammad SAW. Implikasinya, pemahaman Goldziher ini membawa dirinya pada skeptisisme hadis sebagai sumber kedua hukum Islam.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Kodrat Permana, A. (2019). Diferensiasi Sunnah dan Hadis dalam Pandangan Ignaz Goldziher. Jurnal At-Tadbir : Media Hukum Dan Pendidikan, 29(02), 21-39. Retrieved from https://ejournal.staisyamsululum.ac.id/index.php/attadbir/article/view/13