Wanita dalam Sistem Kewarisan Perspektif Sosiologi Hukum Islam

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Ahmad Tahali

Abstract

Abstrak


Hukum  waris  merupakan  salah  satu  bagian  hukum  kekeluargaan, karena ruang  lingkup  pembahasannya  menyangkut  tentang  proses pelaksanaan pengalihan  harta  benda  orang  yang  sudah  meninggal kepada  anggota  keluarga yang  masih  hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang pembagian kewarisan kepada wanita dilihat dari sudut pandang sosiologi hukum. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data ini dilakukan yakni dengan membaca buku-buku serta bahan bacaan lainnya yang relevan dengan masalah yang dibahas. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis semua isi yang berkaitan dengan penelitian. Hukum kewarisan Islam tidak membedakan hak mewaris anak perempuan dan laki-laki. Anak laki-laki mendapat dua bagian dari anak perempuan (2:1), hal ini didasarkan karena tanggung jawab anak laki-laki lebih besar dibanding tanggung jawab anak perempuan. Sementara analisis sosiologi hukum Islam terhadap kedudukan wanita dalam kewarisan. Memang terjadi problematika di kalangan masyarakat. Ada yang menggunakan pembagian dalam kaca mata agama, ada juga yang menggunakan sistem kekeluargaan (kebiasaan). Dengan demikian maka perbedaan tersebut adalah seimbang dan adil.


Kata Kunci : Sistem Kewarisan Wanita, Sosiologi Hukum Islam

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Tahali, A. (2021). Wanita dalam Sistem Kewarisan Perspektif Sosiologi Hukum Islam. Jurnal At-Tadbir : Media Hukum Dan Pendidikan, 31(1), 43-72. https://doi.org/10.52030/attadbir.v31i1.65

References

Abdul Baqi, Muhammad Fuadi. (1995). Shohih Muslim jilid 6, Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Al-Sabouni, Muhammad Ali. (2005). Hukum Kewarisan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah, Jakarta; Dar Al-Kutub Al-Islamiyah.
Ash Shiddieqy, Tengku Muhammad Hasbi. (2001). Fiqh Mawaris, Semarang; PT. Pustaka Rizki Putra.
Djakfar, Idris dan Taufik Yahya. (1995). Kompilasi Hukum Kewarisan Islam, Jakarta; PT. Dunia Pustaka Jaya.
Haffas, Otje Salman Mustofa. (2002). Hukum Waris Islam, Bandung; PT. Refika Aditama.
Khan, As-Sayyid Muhammad Shiddiq. (2001). Al-Qu’an dan As-Sunnah Bicara Wanita, Jakarta: Darul Falah.
Manau, Abdun. (2002). Status Hukum anak Perempuan menurut Hukum kewarisan (Adat, Islam, EX. Barat), Fakultas Agama Islam Universitas Alkhairaat Palu.
Masud, Ibnu dan Zainal Abidin. (2000). Fiqhi Madzhab Syafi’i, Bandung; CV. Pustaka Setia.
Muhibbin. (2007). Pandangan Islam terhadap Perempuan, Semarang; Rasail Media.
Mz, Labib dan Aqil Bin Qisthi. (2005) Risalah Fiqih Wanita, Surabaya.
Parman, Ali. (1995). Kewarisan dalam Alquran Suatu Kajian Hukum dengan Pendekatan Tafsir Tematik, Jakarta; Raja Grafindo Persada.
Ramulyo, Idris. (2004). Perbandingan Hukum Kewarisan Islam dengan Kewarisan Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Jakarta; Sinar Grafika.
Rofiq, Ahmad. (1998). Fiqh Mawaris, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.
Subhani, Ja’far. (2002). Yang Hangat dan Kontroversial dalam Fiqih, Jakarta; PT. Lentera Basritama.
Sulthan, Shalahuddin. (2006). Wanita lebih Unggul dari Pria dalam Kewarisan dan Nafkah, Jakarta, Pustaka Azzam.
Suparman, Eman. (2007). Hukum Waris Indonesia dalam Prespektif Islam, Adat, dan BW, Bandung; PT. Refika Aditama.
Syarifuddin, Amir. (2004). Hukum Kewarisan Islam, Jakarta; Prenada Media.
Thalib, Sajuti. (2004). Hukum Kewarisan Islam di Indonesia, Jakarta; Sinar Grafika.