Bagaimana Relasi Suami–Istri Perkawinan Tidak Sekufu dalam Profesi: Dampak terhadap Keharmonisan Keluarga

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dadang Jaya

Abstract

Perkawinan yang diidamkan oleh setiap pasangan suami istri adalah perkawinan yang harmonis.  Pada faktanya di masyarakat perkawinan suami istri yang tidak sekufu dalam profesi menjadi alasan penyebab ketidak harmonisan, yang bahkan berujung pada perceraian. Relasi suami istri yang beda profesi inilah yang kemudian dianalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Relasi Suami–Istri Perkawinan Tidak Sekufu dalam Profesi dan Dampaknya terhadap Keharmonisan Keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau field research dengan menggunakan pendekatan destriptif kualitatif melalui proses wawancara mendalam (indepth interview).Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh kesimpulan bahwa dari 5 pasangan yang diteliti terdapat hubungan yang tidak harmonis sehingga terjadi perceraian adalah sebanyak 3 pasangan, 1 pasangan yang tidak harmonis tetapi tidak sampai terjadi perceraian  dan 1 pasangan yang harmonis, sehingga keharmonisan tetap terjaga dan tidak sampai mengarah kepada perceraian.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Jaya, D. (2021). Bagaimana Relasi Suami–Istri Perkawinan Tidak Sekufu dalam Profesi: Dampak terhadap Keharmonisan Keluarga. Jurnal At-Tadbir : Media Hukum Dan Pendidikan, 31(1), 1-28. https://doi.org/10.52030/attadbir.v31i1.79

References

Al-Jaziri, Abdurahman. (1969). al Fiqh ‘Ala al-Madzhab al-Arb’ah. Mesir: al-Maktabah al-Tijariyahal-Kubra, Juz 4.
As-Sakandari, As-Sirasi., Abd al-Wahid, Kamal al-Din Muhammad & al-Hanafi Ibn Haman. (tt). Syarh Fath al-Qadir Vol. 3, Beirut: Dar al-Fikr.
Basri, Hasan. (1996). Merawat Cinta Kasih.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Daly, Peunoh. (1988). Hukum Prkawinan Islam: Suatu Perbandingan dalam Kalangan Ahlus-Sunnah dan Negara-Negara Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Djazuli, A. (2017). Kaidah-Kaidah Fikih. Jakarta: Kencana, Cet ke 7.
Duramae, Hussam. (2018). Perkawinan Sekufu’ dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Bilancia, 12 (1). 79-110.
Ghazaly, Abdu Rahman. (2006). Fiqh Munakahat. Bogor: Kencana.
Hidayati, Nuzulia Febri. (2016). Hirfah (Profesi) Sebagai Kriteria Kafa’ah Dalam Pernikahan (Studi Komparatif Pemikiran Imam al-Syafi’i dan Imam Maliki). [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tanggal 10 Juni 1991 tentang, Kompilasi Hukum Islam, Jakarta:ALIKA, 2
Kbbi.web.id. (2019). Arti Kata Profesi. Diakses dari https://kbbi.web.id/profesi. pada 02 Januari 2021.
Latif, Nasarudin. (2001). Ilmu Perkawinan: Problematika Seputar Keluarga dan Rumah Tangga. Bandung: Pustaka Hidayah.
Ma’had Aly PP. Salapiyah Syafi’iyah. (2000). Pertautan Fiqh dengan Kekuasaan. Sibubondo: Lkis.
Musa, Muhammad Yusuf. (1956). Ahkam al-Ahwal asy-Syakhshiyyah fi al-Islam. Mesir: Dar al-Kutub al-Arabi
Radarsukabumi.com. (2020). Tingkat Perceraian di Kota Sukabumi Meningkat. Diakses dari https://radarsukabumi.com/kota-sukabumi/tingkat-perceraian-di-kota-sukabumi-meningkat pada 02 Januari 2021.
Sabiq, Sayyid. (1983). Fiqh Sunnah Jilid II. Mesir: Daar al-Fikr.
Setiawan, Wawan. (2015). Kafa’ah dalam Perkawinan Menurut Jama’ah Lembaga Dakwah Islam Indonesia di Desa Mojolawaran Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. [Skripsi]. Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Walisongo.
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Soemitro, Ronny Hantijo. (2002). Metodologi Penelitian Hukum dan Jurumetri. Jakarta:Ghalia Indonesia.
Soemiyati. (1999). Hukum Perkawinan Islamdan Uandang-Undang Perkawinan, Yogyakarta:Liberti.
Sururie, Ramdani Wahyu & Yuniardi, Harry. (2018), Perceraian dalam Keluarga Muslim di Jawa Barat, Jurnal al-Manahij UIN Sunan Gunung Djati Bandung Vol. Vol. XII No. 2, Desember 2018
Triwarmiyati, M, (2009), “Tipologi Relasi Suami Istri:Studi Pemikiran Letha Dawson Scanzoni dan John Scanzoni”, Tesis MA, Jakarta:Universitas Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, tanggal 2 Januari 1974, Bandung:Fokusmedia, 2016.
Zahroh, Muhammad Abu. (1957). Aqd Az-Zawaj wa Asaruh. Kairo: Dar al-Fikr al-Arobi.